Berawal dari melihat sebuah meme tentang pernikahan. Gambar meme tersebut memperlihatkan seorang laki-laki berjanggut, yang digambarkan sedang meminang seorang perempuan berjilbab. Kira-kira percakapannya seperti ini:
Laki-laki: “Maukah kau menikah denganku?”
Perempuan: “Tapi aku tidak bisa memasak!”
Laki-laki: “Aku mencari seorang istri bukan pembantu!”
Sekilas, percakapan tersebut membuat kaum wanita meleleh dan akan meneriakan so sweeeeetttt. Terbukti, meme tersebut sampai diposting dan dibagikan beberapa kali oleh kaum hawa di facebook dengan caption macam-macam. Yang intinya terharu atau mengharapkan didatangi oleh jodoh yang seperti itu. Wihh ngarep banget ya!
Saya sendiri, saat membaca meme tersebut malah dilanda keanehan. Apa bisa saya berumah tangga tanpa memasak? Saya coba membayangkan, jika setiap hari saya hanya bertugas mengurus anak, lalu suami yang masak. Dibayangkan saja, suami pulang kerja, dalam keadaan lelah, lapar, tidak ada makanan dan harus memasak. Saya kok mikirnya gak tega ya! Atau misal, setiap hari saya, anak dan suami membeli makanan di luar, memesan makanan online atau memasak makanan instan. Ini menurut saya malah membuat pengeluaran jebol. Jika anda termasuk mempunyai pendapatan yang lebih, menurut hemat saya cara ini juga kurang efektif jika dikaitkan dengan kesehatan.
Memasak Menghemat Pengeluaran
Saya rasa, dengan memasak akan menghemat pengeluaran rumah tangga. Saya akan menganalogikannya dengan gorengan. Harga satu gorengan Rp 1000,-, untuk dimakan sekeluarga anda membutuhkan 10 gorengan. Jadi anda mengeluarkan 10.000,- untuk gorengan. Ini lain ceritanya jika anda membeli makanan dengan memesan dari kendaraan online. Ongkos kirim biyayanya cukup lumayan.
Coba anda membuat gorengan sendiri. Anda membeli sayuran sop yang telah dibungkus seharga Rp 2000,- , terigu seperempat Rp 2000,- bumbu Rp 2000,- dijumlah kira-kira Rp 6000,-- Hanya Rp 6000,- untuk lebih dari 10 gorengan bakwan. Ini saya tidak hitung minyak goreng dan gas, karena sulit untuk dihitung, berhubung yang terpakainya hanya sedikit.
Memasak Menjamin Kesehatan
Makanan junkfood tidak baik dikonsumsi secara terus menerus. Tubuh keluarga anda memerlukan vitamin dan gizi yang dihasilkan dari buah dan sayuran. Buah dan sayuran yang diolah sendiri lebih terjamin kesehatannya, karena makanan di luar sana belum tentu dibuat dengan bahan-bahan yang sehat.
Membuat Kenangan Manis
Kelak, jika ditakdirkan suami dan anak anda mesti meninggalkan rumah. Mereka akan merindukan anda, dan juga masakan anda. Mereka akan ingat rasa yang khas dari masakanmu yang dibuat dengan cinta. Mereka mungkin bisa membeli makanan yang serupa di rumah makan manapun, tapi cita rasanya akan tetap berbeda. Setiap orang akan memiliki ciri khas dalam hal cita rasa masakan meskipun jenisnya sama. Dan karena mereka terbiasa dengan ciri khas masakanmu, lidah mereka akan selalu mengingatnya. Itulah mengapa, masakan anda akan dirindukan.
Akan menjadi kebanggaan tersendiri, saat suami atau anak anda berkata melalui teepon “Aku ingin pulang, sudah kangen masakan Ibu!”. Percayalah, meski harus sedikit ribet dan melelahkan. Kebahagian anda sebagai istri dan juga ibu, akan menghapus kepenatan itu dengan melihat masakan anda tandas, tak bersisa, dan disertai ucapan “Masakan Ibu enak sekali!”
Semua Orang Akan Bisa Memasak
Seorang teman beralasan pada saya. Saya tidak bisa mengulek bumbuu. Sebenarnya itu bisa disiasati dengan belender atau mengiris kecil bumbu yang akan diulek_tentang mengulek akan dibahas di artikel selanjutnya. Ada juga yang kebingungan saat mulai menambahkan gula dan garam. Ini juga bisa disiasati dengan memberikan bumbu sedikit demi sedikit, lalu diicip-icip.
Kurang asin, terlalu asin, terlalu manis, terlalu empuk, kurang empuk adalah komentar yang sering akan anda dapatkan. Jangan terlalu diambil hati. Anggaplah komentar-komentar tersebut sebagai saran yang membangun. Teruslah memasak, teruslah mencoba berbagai resep masakan. Anda akan belajar dari guru paling berharga yang disebut pengalaman. Selanjutnya, lama-kelamaan anda akan terbiasa dan menjadi mahir.
Menurut saya, tidak ada orang yang tidak bisa memasak. Yang ada adalah orang yang tidak mau mencoba dan belajar. Jadi, bagi anda yang sedang mempersiapkan pernikahan, menanti jodoh. Belajarlah memasak. Selain ibadah dan perbaikan ahlak, jadikanlah belajar memasak sebagai salah satu cara untuk memantaskan diri dalam menjemput jodoh terbaik anda.
No comments:
Post a Comment