Multitasking - Fitria Puji Lestari

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, January 18, 2019

Multitasking


Mahluk Multitasking Tercanggih Tangannya mengiris bawang, matanya sesekali melirik kepada tempe yang sedang digorengnya. Telinganya menangkap suara pembawa acara berita di televisi. Disaat yang sama terkadang langkahnya bisa bergegas memutar tombol pada mesin cuci. Semuanya dilakukan dalam waktu yang sama.

Tuntutan pekerjaan domestik rumah tangga yang mesti dilakukan cepat, membuat sosok yang dikenal cengeng dan rapuh ini menjelma bak ibu peri bertongkat ajaib.

Serba cepat. Di saat matahari baru menampakan sinarnya, hanya dengan hitungan menit, tring tring segelas teh manis hangat dan sepiring sarapan tersaji di meja makan. Tring tring baju-baju kotor telah keluar dari mesin cuci, siap untuk dijemur. Tring tring kotak nasi untuk bekal si Ayah dan si anak telah terisi.

Multitasking. Itulah istilah yang tepat untuk menggambarkannya. Dari beberapa sumber yang penulis baca, multitasking sendiri mempunyai definisi berupa beberapa pekerjaan yang diselesaikan dalam satu waktu.

Pernikahan Adalah Kehidupan Yang Baru

Dulu, saat masih gadis, beberapa perempuan mungkin terbiasa tidur lagi setelah solat subuh, lalu bangun agak siang untuk berangkat kuliah. Saat gelar ibu belum disandangnya, dia terbiasa berlama-lama di kamar mandi untuk berlulur ria. Terbiasa nongton film Korea seharian saat libur tiba.

Setelah menikah, babak baru pun dimulai. Selain mendapatkan kasih sayang dari orang yang baru yang disebut suami. Perempuan pun memiliki kewajiban untuk mengurus urusan rumah tangga.

Beberapa kebiasaan bermalas-malasan saat masih gadis. Mau tidak mau harus dihilangkan. Jika masih keukeuh ingin seperti dulu, resikonya keadaan rumah dan anak akan tidak terurus.

Keribetan yang Sebanding dengan Kebahagiaan

Sekilas, terlihat ribet dan tentu melelahkan. Tapi semuanya memang sebanding dengan kebahagiaan yang didapatkan. Melihat anak dan suami makan hasil masakannya dengan lahap, hingga tandas tak tersisa. Melihat anak-anaknya tumbuh sehat dan ceria. Merupakan kebahagian yang tidak tergantikan. Maka dari itulah, meskipun harus berpayah-payah dia merasa ikhlas menjalaninya.

Efek Negatif Multitasking

Meskipun bekerja dengan multitasking ini memberi keefektifan waktu, namun tetap saja sebenarnya memberi efek yang tidak baik juga. Penulis sering merasakan, karena mungkin fokus kita berkurang, kita menjadi melupakan hal-hal kecil, yang terkadang adalah sesuatu yang penting. Contoh, saat akan berpergian. Kita riweuh menyiapkan ini itu, memandikan anak, memasak bekal, berdandan, meladeni anak yang merengek-rengek dan sebagainya. Kemudian tanpa disadari, kita lupa mematikan kompor. Wah bahaya kan mom?

Maka dari itu, saat memutuskan untuk bermultitasking, anda harus teliti. Diakhir pekerjaan, cobalah untuk me-list apa yang telah dikerjakan dan yang belum. Jika berpergian, list juga barang-barang yang harus dibawa. Anda bisa memakai note kecil untuk membantu.

Selain me-list barang-barang, anda juga bisa meminta bantuan suami untuk meringankan beban pekerjaan anda. Misal, meminta suami untuk menjaga anak saat anda bekerja. Meminta, diingatkan hal-hal yang mesti dilakukan dan disiapkan. Tentu saja, meminta dengan kata-kata yang baik ya mom! Tidak dengan kalimat sindiran atau bernada nyinyir.

2 comments: