Saat Memutuskan untuk Resign - Fitria Puji Lestari

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, March 11, 2019

Saat Memutuskan untuk Resign



saat dia lahir dengan suara tangisnya, sorot matanya, senyumnya yang tulus. sejuta rasa kian bergelayut di hati saat anak yang dulu mendiami rahimmu, menendang-nendang di balik kulit perutmu, terpejam damai di balik selimut kecilnya yang kau beli jauh-jauh hari untuk menyambut kehadirannya. Dia anugrah terindah untukmu bukan? untuk anda yang sebelumnya bekerja mungkin hal ini akan menjadi kegalauan tersendiri, saat masa-masa cuti kian habis, dan rasanya kau masih merasa kurang menikmati kebersamaan itu dengan buah hatimu.

Haruskah resign dan menjadi ibu rumah tangga sejati? sementara mungkin orang tuamu dulu telah bersusah payah menyekolahkanmu. Belum lagi tentang ekonomi keluarga kecilmu. tentang impian-impian besar keluarga kecilmu, mempunyai rumah sendiri, membahagiakan orang tua, dan tentu pikiran-pikiran bertambah anggota keluarga baru yang artinya biyaya tambahan baru. semuanya menari-nari di benakmu.

untuk anda yang galau dengan keadaan itu dan ingin resign dengan alasan ingin fokus mendidik anak, segera bebaskanlah kegalauan-kegalauan semacam itu. Mungkin benar, alasan-alasan anda untuk tidak resign sangatlah rasional. Tapi jika niat mulia anda untuk merawat sang buah hati sangatlah bulat, campur tangan Allah akan berjalan kok.

Untuk ekonomi keluarga kecil anda misalnya,mungkin anda berpikir saat hidup hanya berdua kebutuhan dan pendapatan sangat pas-pasan, bagaimana jika bertiga. Belum lagi kebutuhan bayi lumayan mahal kan, popok diapers, baju-bajunya, MPASI dan peralatan-peralatan lainnya. Biasanya tambah besar anak, kebutuhannya pun akan tambah besar pula. Belum lagi dengan impian-impian besar keluarga kecil anda. Mempunyai rumah atau investasi misalnya. Maka, sangatlah wajar jika anda berpikir mesti mempunyai pendapatan yang lebih, dan salah satunya anda harus juga menghasilkan uang.

Percayalah, rizki anak itu bukan sekedar istilah bualan belaka. Itu akan terjadi secara nyata, asalkan kita selalu yakin, berdoa dan berusaha. Jika anda resign dan fokus merawat buah hati anda, rizki untuk keluarga anda akan terus mengalir. Keluarga anda tidak akan kekurangan. Mungkin anda tidak akan menjadi jalan rizki tersebut. Jalan rizki tersebut mungkin akan beralih kepada suami anda, orang tua dan saudara-saudar anda yang tiba-tiba mendapat rizki lebih, dan mempunyai keinginan untuk 'ngeupeulan' anak anda, atau juga jalan-jalan rizki lainnya yang terjadi dengan La yahtasib, tak disangka-sangka, biidznillah, semuanya tidak ada yang kebetulan terjadi di muka bumi ini.

Lalu bagaimana dengan masalah karir yang sedang dibangun. Hehe inipun sebenarnya sedang terjadi dengan penulis. Tapi marilah kita percayakan lagi kepada-Nya. Jika suatu nanti, jika sudah tiba saatnya, saat anak sudah agak besar dan agak mandiri saat ditinggal, anda bisa meneruskan karir anda kembali. Tidak menutup kemungkinan bukan, jika anda bisa diterima pada pekerjaan yang lebih baik, berkah dan kondisional dengan keadaan anda sebagai ibu dan seorang istri.

No comments:

Post a Comment